MAROS, PAREINFO.COM– Keluarga pemilik usaha Roti Maros Setia Kawan mengaku mengalami perlakuan yang dinilai tidak adil saat didatangi oknum aparat dari Polres Maros.
Mereka menilai penindakan yang dilakukan terkesan diskriminatif, karena hanya menyasar satu toko, sementara kondisi serupa disebut juga terjadi di sejumlah lokasi lain.
Anak menantu pemilik usaha, Hardi Arfandy, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Kasat Lantas Polres Maros, AKP Muhammad Arafah, yang dinilai lebih mengedepankan emosi dibandingkan solusi.
Menurut Hardi, saat kejadian dirinya tidak berada di lokasi. Namun, oknum perwira tersebut justru meluapkan kemarahan kepada mertuanya yang sedang menjaga toko.
Ia juga menyebut, kedatangan aparat tersebut bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah tiga kali mendatangi lokasi usaha.
“Datang langsung marah-marah. Padahal saya tidak ada. Yang ditemui orang tua di rumah.
Alasannya karena kendaraan yang singgah dianggap bikin macet,” ujar Hardi.
Pihak keluarga berharap adanya penanganan yang lebih bijak dan adil, serta solusi yang tidak merugikan pelaku usaha kecil di daerah tersebut. (Pi)










