Misteri Kematian Napi Rutan Sidrap, Makam Muhammad Taufik Segera Dibongkar untuk Autopsi

SIDRAP, PAREINFO.COM — Kasus kematian Muhammad Taufik, narapidana kasus ITE di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sidrap, terus menjadi sorotan publik. Sejumlah kejanggalan pada jasad korban membuat keluarga mendesak pengusutan secara terbuka dan transparan.

Upaya untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban kini memasuki babak baru. Pihak keluarga berencana melakukan pembongkaran makam untuk keperluan autopsi dalam waktu dekat.

Kepala Desa Bila Riase, Sirajuddin, saat dikonfirmasi Jumat (27/3/2026), membenarkan rencana tersebut. Ia menyebut berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak keluarga guna mendukung proses autopsi.

“Minggu ini rencananya akan dilakukan penggalian makam Muhammad Taufik untuk diautopsi,” ujarnya.

Langkah autopsi ini diharapkan mampu mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian korban yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Sebelumnya, keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Sulawesi Selatan pada Rabu (25/3/2026).

Laporan tersebut diajukan oleh ibu kandung korban, Jumasari Dg Kanang, setelah menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh almarhum. Luka lebam disebut terlihat di beberapa bagian tubuh, termasuk punggung, lengan, dan kepala. Selain itu, ditemukan pula bibir pecah serta bekas jeratan di leher.

Temuan tersebut memicu kecurigaan adanya dugaan kekerasan, sehingga keluarga meminta penyelidikan menyeluruh.

Di sisi lain, terdapat perbedaan keterangan antara pihak kepolisian dan pihak rutan. Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick K. Ambarita, menyatakan pihaknya belum menerima hasil visum maupun terlibat dalam proses penyelidikan bersama pihak rutan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah, menjelaskan bahwa korban diduga meninggal akibat gantung diri. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan sarung yang diikat pada ventilasi udara.

Petugas rutan disebut telah melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong.

Perbedaan keterangan ini semakin memperkuat dorongan agar dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan objektif.

Publik pun berharap aparat penegak hukum dapat bekerja profesional dan transparan, sehingga kebenaran atas kematian Muhammad Taufik dapat terungkap dan memberikan keadilan bagi keluarga korban. (Pi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *